robin van persie

5 Pemain Yang Ngetop Karena Berganti Posisi

Setiap pemain sepakbola dapat menemukan jati diri sebenarnya bahkan saat mereka tengah berkarir. Perubahan posisi pemain banyak dilakukan para pemain sepak bola profesional baik itu dilakukan oleh pelatihnya maupun kemauan sendiri. Kebanyakan pelatihnya mengganti posisi para pemain itu karena tuntutan taktik tim ataupun sang pelatih melihat bakat tersembunyi dari diri pemain tersebut.

Tidak sedikit pemain bola yang lebih sukses karena perubahan posisi ini atau bahkan banyak juga yang gagal karena tidak bisa beradaptasi dengan cepat dengan klub tersebut.

Contoh mutlak adalah bintang sepak bola asal Wales yakni Gareth Bale. Bale memulai debutnya untuk Tottenham dengan berposisi sebagai sayap kiri, namun pelatihnya saat itu melihat potensi lain yang dipunyai Gareth Bale yaitu kecepatan dan kemampuannya mencetak gol layaknya penyerang sayap.

Performa yang menawan sebagai penyerang sayap membuat Real Madrid kepincut untuk mendatangkannya, alhasil Bale pun berlabuh Berita Lebih lengkap Klik Disini ke Santiago Bernabeu dengan label pemain termahal dunia.

Dibawah ini adalah 5 pemain yang ngetop karena berganti posisi seperti dilansir oleh bookmarkers.

Robin van Persie

Saat berusia muda Robin van Persie didatangkan ke Arsenal oleh Arsene Wenger dari Feyernoord. Posisi awal van Persie sebenarnya adalah winger kiri, saat itu Persie muda adalah pemain yang luar biasa cepat, memiliki umpan matang, dan skill individu yang mampu mengecoh lawan. Tapi Arsene Wenger melihat ada potensi tersembunyi pada diri van Persie.

Alhasil Persie pun dicoba untuk memaikan peran sebagai striker, rupanya penglihatan Wenger benar adanya karena seketika itu juga van Persi membalas kepercayaannya dengan gol-gol yang lahir dari kakinya.

Berkat keberhasilan tersebut van Persie pun menjadi komoditi terpanas dibursa transfer Eropa. Klub beruntung yang memakai jasanya adalah Manchester United yang hanya membelinya dengan bandrol 24 juta pounds.

Sepanjang karirnya Robin van Persie sukses mencetak lebih dari 350 gol juga termasuk gol fenomenalnya di Piala Dunia lewat sundulan terbang kala menghadapi Spanyol. Mulai dari situ van Persie mendapat julukan baru The Flying Dutchman.

Vincent Kompany

Pemain selanjutnya yang berganti posisi adalah Vincent Kompany. Berkat bakatnya Kompany muda sudah berhasil meraih tempat Sumber Referensi utama di Anderlech saat usianya baru menginjak 17 tahun. Kompany berposisi sebagai gelandang jangkar yang tugasnya sebagai orang pertama dalam serangan ataupun bertahan. Performa gemilang di Anderlech rupanya tidak lepas dari radar Hamburg SV yang kemudian meminangnya sebagai proyeksi menggantikan Daniel Van Buyten.

Dua tahun membela Hamburg, Kompany rupanya diminati lagi oleh Mark Hughes yang kala itu berstatus manager Manchester City. Hughes memainkan Kompany pada tempat aslinya hingga tahun 2010.

Berposisi sebagai gelandang tengah sepertinya Kompany belum juga bisa membuktikan kemampuan terbaiknya untuk Manchester City. Akhirnya Hughes berinisiatif merubah posisinya sebagai bek tengah lalu seiring berjalannya waktu Kompany sukses membuktikan kapasitasnya menjadi bek tengah terbaik dan juga kapten tim Manchester City.

Kemampuan Kompany sebagai pemain bertahan sungguh membuat Manchester City lebih tenang dalam menghalau segala serangan lawan.

Ryan Sessegnon

Lanjut ke kunjungi artikel aslinya nama Ryan Sessegnon, cerita Sessegnon sebenarnya mirip sekali dengan Gareth Bale yang memulai karirnya sebagai full back kiri. Sessegnon kini baru berusia sekitar 18 tahun dan sudah banyak memikat hati klub besar Liga Inggris karena kemampuannya.

Sejak digeser untuk memainkan peran sebagai sayap kiri, Sessegnon tidak pernah mengecewakan. Ia selalu tampil baik secara konsisten dan berhasil membukukan 14 gol serta 6 assist dalam 40 pertandingan yang sudah dijalaninya.

Tottenham saat ini dikabarkan sangat serius untuk meminangnya musim depan.

Bastian Schweinsteiger

Saat kedatangannya menjadi manager Bayern Munchen Luis van Gaal mengadakan banyak perubahan penting buat Bayern Munchen. Sebagian besar adalah untuk masa depan Bayern yang lebih cerah. Louis van Gaal juga pernah memberikan debut berharga kepada David Alaba dan Thomas Muller yang kini menjadi andalan Bayern Munchen. Terakhir langkahnya mendatangkan Mario Gomez dan Arjen Robben juga terbilang sangat sukses.

Ditengah revolusi besar van Gaal, nama penting lain yang merasakan imbasnya adalah Bastian Schweinsteiger. Schweiny panggilan akrab Schweinsteiger mengalami baca selengkapnya pergeseran posisi oleh van Gaal yang awalnya bermain sebagai sayap kanan saat itu dirubah menjadi gelandang bertahan.

Uniknya kemampuan sebenarnya justru muncul saat Schweinsteiger menjadi jendral lapangan tengah. Keseimbangan tim Bayern Munchen menjadi lebih terlihat dan hingga kini Schweinsteiger didapuk sebagai pemain tengah terbaik yang pernah dimiliki Jerman.

Paul Scholes

Siapa yang sangka posisi pertama legenda hidup Manchester United, Paul Scholes adalah penyerang. Tapi sekitar tahun 1997 tepatnya bulan September Sir Alex Ferguson mencoba menggeser posisi Scholes ke lini tengah untuk menggantikan artikel sumber klik ini Roy Keane yang tengah cedera.

Scholes yang memiliki keunggulan dengan tendangan jarak jauhnya kerap kali mencetak gol dengan tendangan gledeknya dari tengah lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.